Terapi Bekam

Terapi Bekam

Kenapa Tidak Memakai Kedokteran Modern

Terapi Bekam saat ini sudah berkembang pesat di masyarakat. Banyak terapis bekam bertebaran di mana – mana. Banyak juga pasien yang bisa sembuh dengan pengobatan terapi bekam walaupun dengan obat – obatan medis tidak berhasil. Tetapi, ada satu pertanyaan yang belum terjawab, kenapa sampai saat ini ilmu bekam belum bisa diterima kalangan medis secara utuh ? kalaupun diterima, bekam hanya sebatas diberi ruang poliklinik di rumah sakit atau dilakukan oleh sebagian kecil para dokter.

Ilmu bekam belum bisa disejajarkan dengan ilmu pengobatan modern seperti ilmu penyakit dalam, ilmu penyakit anak, ilmu penyakit saraf, ilmu radiologi, dan lain-lain. Belum sejajar dalam hal ini maksudnya ketika terdapat kasus penyakit yang memerlukan tinjauan pengobatan dari beberapa disiplin ilmu kedokteran maka ilmu bekam tidak pernah dilibatkan dalam penanganan pengobatan secara terpadu dengan disiplin ilmu kedokteran lainya, apalagi dijadikan sumber rujukan terapi. Dalam istilah struktural rumah sakit, bekam belum bisa masuk dalam Staf Medis Fungsional suatu rumah sakit.

Tentu saja sangat tidak tepat jika menyalahkan kalangan dokter yang tidak bisa menerima bekam. ada beberapa alasan kenapa bekam belum bisa diterima.

  1. Banyak istilah kuno yang dipakai oleh terapis bekam, seperti “darah kotor, darah beku, sumbatan darah dll, istilah tersebut sama sekali tidak dikenal dalam kedokteran modern, seperti diketahui bahwa bekam sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, sehingga bekam disebut sebagai pengobatan tradisional, para terapis bekam sering memakai istilah – istilah kuno untuk pengobatan bekam, tetapi menganalisi penyakitnya dengan mengunakan istilah dan analisis kedokteran modern. Misalnya definisi dan istilah yang digunakan pada bekam yang mereka sebut sebagai proses pengeluaran darah kotor yang mengandung racun melalui kulit. Definisi seperti inilah yang sulit diterima dan dipahami oleh kedokteran modern, karena dalam pengobatan modern tidak dikenal darah kotor yang mengandung toksin. Tidak ada darah yang kotor dan tidak ada yang mengandung ¬†toksin seperti yang dibayangkan para terapis bekam. kalaupun ada maka darah kotor atau toksin juga tidak bisa di keluarkan melalui kulit, tetapi harus melalui proses cuci darah.
  2. Banyak istilah kedokteran modern yang digunakan dalam pengobatan bekam. Sebagai ilmu pengobatan tradisional yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tidak dikenal istilah-istilah modern seperti asam urat, koresterol, darah tinggi, kanker dan lain-lain. Yang menjadi masalah adalah seringnya para terapis bekam memakai istilah modern pada praktiknya. padahal bekam adalah ilmu kuno, sedangkan medis adalah ilmu modern.
  3. Patofisiologi atau proses terjadinya penyakit menurut ilmu kedokteran tradisional sangat berbeda dengan pandangan ilmu kedokteran modern. Sebagai contoh, seseorang dengan tekanan darah tinggi atau asam urat menurut kedokteran tradisional adalah masuknya patogen lembab atau panas atau keduanya yang masuk ke meridian meridian tubuh sehingga merusak dan menghambat aliran chi, sehingga aliran chi ke kulit atau otot tidak lancar. Sedangkan aliran chi adalah energi vital yang mengatur kehidupan tubuh. Hal ini menyebabkan penumpukan patogen lembab atau panas dikulit atau otot yang menimbulkan rasa sakit. Nah, untuk mengeluarkan patogen lembab atau panas inilah diperlukan proses bekam,dengan cara mengeluarkan darah yang lembab atau panas tadi. Jadi, Proses terjadinya asam urat ini sangat berbeda dengan terjadinya asam urat menurut kedokteran. Menurut kedokteran modern, asam urat adalah memupuknya asam urat. Asam urat adalah asam yang merupakan hasil akhir dari proses pengolahan suatu zat yang bernama purin. Purin terdapat dalam tubuh manusia dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tumbuhan (sayur, buah dan kacang kacangan) ataupun hewan (daging, jeroan dan ikan sarden). Purin diolah oleh tubuh dan hasilnya berupa asam urat. Apabila kadar asam urat ini berlebihan, akan memupuk di persendian. Jadi menurut kedokteran modern, asam urat tidak bisa dikeluarkan dari kulit kareana asam urat memang tidak terdapat dikulit, dan juga tidak bisa di hisap melalui kulit dengan proses bekam. Begitu juga pada tekanan darah tinggi. Sering terapis bekam mengatakan bahwa pasien Hipertensi menandakan pada tubuhnya banyak mengandung toksin, sehingga harus dikeluarkan dengan bekam. Memang hipertensi akan menurun tekanan darahnya dengan bekam. Tatapi, mengatakan bahwa turunnya tekanan darah akibat keluarnya toksindari darah tidak bisa diterima ilmu kedokteran modern. Karena hipertensi bukan karena kelebihan toksin.
  4. Cara memilih titik bekam memakai acuan titik anatomi atau fisiologi kedokteran modern. Cara ini juga bertentangan dengan kedokteran modern. Sebagai contoh, penderita maag akan dibekan dititik diantara pusar dan uluhati, karena disitulah letak lambung atau kaena ada hubungan antara kulit di titik itu dengan lambung. Pendapat seperti ini tidak bisa diterima kedokteran modern, karena tidak ada hubungna antara lambung dengan kulit. Juga tidak mungkin bekam dititik tersebut bisa mengeluarkan toksin dari lambung karena memang tidak ada jalur atau hubungan sama sekali antara titik tersebut dengan organ lambung, baik melalui saraf, pembuluh darah atau pembuluh limpa. Yang tepat adalah memakai patofisiologi kedokteran tradisional untuk bisa memahami kenapa pada pasien maag yang diambil adalah titik ditempat tersebut. Menurut kedokteran tradisionalyang antara lambung dengan kulit ada jalur yang menghubungkan keduanya (jalur meridian). Ketika dilakukan bekam pada titik tersebut, efek bekamnya bisa mengalir menuju ke lambung. Sebaliknya, toksin dari lambung bisa keluar melalui meridian menuju ke kulit. Contoh lainnya adalah bekam di kahil. Ada yang mengatakan bahwa bekam di kahil sangat bermanfaat, karena kahil merupakan pertemuan organ usus besar, lambung usus kecil, kandung kemih, kandung empedu, dan organ tri pemanas. Kedokteran modern pun tidak bisa menerima hal ini, karena memang keenam organ tersebut tidak bertemu dititik kahil. Juga tidak ada saraf, pembuluh darah atau apapun yang menghubungkannya. Untuk memahaminya lebih tepat harus menggunakan patofisiologi kedokteran tradisional. Karena dikahil ada jalur meridian yang menghubungkan keenam organ tersebut, sehingga pengobatan di kahil bisa mengobati atau memperbaiki keenam organ tersebut.

Karena berbagai istilah dalam kedokteran tradisional yang tidak bisa di pahami oleh kalangan kedokteran modern, juga karena bekam asalnya dari ilmu kedokteran tradisional maka lebih tepat mempelajari munculnya penyakit dengan menggunakan pendekatan ilmu kedokteran tradisional.

Terapi bekam panggilan jakarta

Terapi bekam Tangerang

Terapi bekam Bintaro

Terapi bekam jakarta

Pengobatan bekam